Batik Lokcan ; dari Lasem Rembang ke Losari Cirebon - Traveling, Sejarah, Budaya, Tokoh, Peristiwa, Ekonomi, Bisnis

Sunday, April 12, 2020

Batik Lokcan ; dari Lasem Rembang ke Losari Cirebon

Cirebon yang lebih dikenal sebagai “kota udang” ternyata memiliki batik dengan motif khusus yang berbeda dengan motif batik dari daerah lainnya di Indonesia yang antara lain dapat diamati dari keberadaan selendang Lokcan.

Dalam tradisi pertunjukan tari topeng Cirebon, selendang Lokcan merupakan salah satu bagian dari kostum pakaian yang dikenakan oleh dalang topeng (kerodong) dimana si dalang ini dipercaya oleh masyarakat setempat sebagai orang yang mempunyai kemampuan mistik tinggi. Secara spesifik, dalam budaya tari topeng Losari, Cirebon, selendang Lokcan tersebut tidak boleh diganti dengan selendang bermotif lain. Selendang sutera motif Lokcan ini menjadi satu kesatuan dengan mantra-mantra dan 7 (tujuh) macam puasa yang harus dilakukan dalam ritual tari topeng Losari, Cirebon. 

Asal usul selendang Lokcan dikabarkan berasal dari batik Lokcan yang bermula di Lasem, Rembang, Jawa Tengah pada saat kedatangan rombongan kapal Cina yang dinahkodai Laksamana Cheng Ho. Kata “lokcan” konon berasal dari bahasa Cina : “lo” yang berarti “biru” dan “can” yang berarti “sutera.” Batik Lokcan merupakan batik yang terbuat dari kain sutera (bandingkan dengan umumnya kain batik yang berbahan katun). Motif yang digambar di atas kain sutera itu biasanya berupa burung Phoenix (burung hong atau feng huang), naga, kilin, atau kura-kura, dengan kombinasi tumbuh-tumbuhan. Artinya batik Lokcan ini terpengaruh oleh budaya Cina dimana terdapat ragam gambar satwa mitos di negara asalnya.

Dengan demikian pada jaman itu sudah mulai terjadi perpaduan budaya Tionghoa dengan budaya asli Jawa termasuk dalam seni membatik. Hal ini terlihat dari sejumlah variasi motif yang ditampilkan pada batik Lokcan asal Lasem sebagaimana sudah dijelaskan sebelumnya. Akulturasi motif Lokcan dan motif asli Jawa itulah yang kemudian melahirkan batik motif Laseman yang ditandai dengan adanya warna khas merah Laseman yaitu warna darah ayam yang menjadi unsur kuat Tionghoa.

Sejumlah koleksi selendang Lokcan dan batik motif Lasem dapat dilihat di Museum Tekstil, Petamburan, Jakarta Barat seperti terekam pada beberapa foto di bawah ini.

Selendang Lokcan Cirebon, batik tulis, sutera
[Sumbangan Wardiyoes ST]
Lokcan

Kain panjang Bangbangan Lasem, batik tulis, katun :
Bangbangan

Sarung Lunglungan Lasem, batik tulis, katun
[Sumbangan Ny Hashari] :
Lunglungan
Silakan tulis komentar Anda