Saturday, December 1, 2018

Kastil Batavia ; Benteng Baru di Atas Reruntuhan Sunda Kelapa

Setelah Jayakarta direbut oleh VOC di bawah komando Jan Pieterzoon Coen di tahun 1619, kota ini berubah menjadi Batavia dimana seluruh bangunan yang ada pada waktu itu dibumihanguskan.

Sebelum membangun kota Batavia secara lebih luas, di atas bekas reruntuhan Sunda Kelapa ini dibangun sebuah benteng baru bernama Kastil Batavia (Kasteel van Batavia) yang luasnya 9 (sembilan) kali luas benteng lama.

Bangunan kastil ini dibuat persegi empat dari dinding bata tebal dimana di masing-masing ke-4 sudutnya dibuat bastion atau kubu pertahanan yang dilengkapi dengan meriam. Keempat bastion itu diberi nama : Diamant, Parrel, Robijn, dan Saphier. Pada masa pembangunan ini sempat terjadi penyerangan oleh Sultan Agung dari Kerajaan Mataram sebanyak 2 (dua) kali yaitu pada tahun 1627 dan 1628 meskipun gagal. Guna menghindari risiko jatuhnya benteng ini ke tangan Sultan Agung di penyerangan berikutnya, VOC akhirnya membangun parit mengelilingi Kastil Batavia.

Kondisi Kastil Batavia Saat Ini

Sayangnya orang sekarang tidak dapat lagi menyaksikan kemegahan dan kekokohan Kastil Batavia. Gubernur Jenderal Herman Willem Herman Daendels telah membongkar atau menghancurkan bangunan itu pada tahun 1808. Hal ini dikarenakan pusat kota di tepi pantai itu banyak merenggut nyawa manusia karena menjadi sarang penyakit. Dewasa ini, salah satu bangunan yang masih tersisa adalah bangunan yang berfungsi sebagai gudang yang terletak berada pada garis lurus menuju utara dari Museum Sejarah Jakarta melalui Jl Cengkeh lalu menuju Jl Tongkol. Setelah melewati jalan di bawah jalan layang Ancol lalu belok kanan ke Jl Tongkol Dalam. Wilayah ini secara administratif masuk dalam Kelurahan Ancol, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara. Salah satu sisi bekas Kastil Batavia saat ini berubah fungsi menjadi tempat parkir truk dalam kondisi yang memprihatinkan. Bagian luar kastil sudah tampak kumuh dengan berbagai akar pohon merambat pada dinding kastil. 

Kastil Batavia
  

No comments: