Koleksi Batik Yogyakarta di Museum Tekstil, Petamburan, Jakarta Barat - Traveling, Sejarah, Budaya, Tokoh, Peristiwa, Ekonomi, Bisnis

Wednesday, April 8, 2020

Koleksi Batik Yogyakarta di Museum Tekstil, Petamburan, Jakarta Barat

Dalam artikel ini saya akan membagikan foto-foto koleksi batik Yogyakarta yang berhasil saya abadikan di Museum Tekstil, Petamburan, Jakarta Barat, pada saat kunjungan saya ke sana di tahun 2019 lalu.

Tidak banyak keterangan yang berhasil saya kumpulkan dari berbagai jenis koleksi batik Yogyakarta tersebut, namun ada beberapa yang bisa dijelaskan secara singkat seperti motif Ciptoning yang digunakan dalam acara resmi atau formal dimana memiliki makna filosofis agar si pemakai atau pengguna batik menjadi orang atau manusia yang bijaksana serta mampu memberikan petunjuk kepada kebenaran.

Salah satu motif batik yang paling populer sampai kini barangkali adalah Parang Rusak yang memiliki makna filosofis pantang menyerah seperti gulungan ombak yang terus menerus bergerak tanpa henti. Suatu simbol dimana suatu upaya memperbaiki diri harus dilakukan secara konsisten dan berkesinambungan. Ia dapat dimaknai juga sebagai simbol pesan dari generasi tua kepada generasi muda agar mampu melanjutkan perjuangan yang telah dirintis oleh para leluhur. 

Menariknya, terdapat mitos tertentu dari motif batik ini yaitu apabila batik Parang Rusak dipakai dalam sebuah pernikahan maka akan berdampak tidak baik terhadap pasangan yang menikah. Tentu saja kepercayaan ini tidak harus dipercayai kebenarannya karena tidak ada korelasi apapun antara nasib pernikahan dan jenis pakaian yang dipakai sang pasangan pengantin melangsungkan pernikahan meskipun mungkin masih ada sebagian masyarakat yang masih meyakini akan hal ini.

Terdapat juga nama Wilhelmina yang diabadikan menjadi motif batik Parang Rusak Ringgit Wilhelmina. Dari motif yang terlihat dalam foto motif pada kain tersebut sepertinya motif ini diinspirasi oleh kejadian yang menyangkut eksistensi Wilhelmina, seorang Ratu Belanda yang harus memimpin negaranya dalam kondisi sulit saat pecah Perang Dunia I dan Perang Dunia II.

Kain panjang Godheg Yogyakarta, batik tulis, katun 
[Sumbangan Iwan Tirta] : 
batik Yogyakarta

Godheg Yogyakarta

Kain panjang Parang Seling Yogyakarta, batik tulis, katun
[Sumbangan Elly Shaeffer] :
Parang Seling

Kain panjang Ukel Cantel Yogyakarta, batik tulis, katun
[Sumbangan Lasmidjah Hardi] :
Ukel Cantel

Kampuh, Semen Yogyakarta, batik tulis, katun
[Sumbangan Sri Sultan Hamengku Buwana X] :
Semen Yogyakarta

Kain panjang Ciptoning Yogyakarta, batik tulis, katun
[Sumbangan Nora Yap] :
Ciptoning

Kain panjang Parang Rusak Ringgit Wilhelmina Yogyakarta, batik tulis, katun
[Sumbangan Iwan Tirta] :
Parang Rusak

Parang Rusak
Silakan tulis komentar Anda