Berburu Durian di Kota Palembang - Traveling, Sejarah, Budaya, Tokoh, Peristiwa, Ekonomi, Bisnis

Friday, May 22, 2020

Berburu Durian di Kota Palembang

Tak dapat dipungkiri bahwa wilayah Indonesia memiliki keragaman hayati yang luar biasa, termasuk aneka jenis buah-buahan yang tumbuh subur di negara khatulistiwa ini.

Salah satu jenis tanaman buah yang bisa tumbuh dengan baik di Indonesia adalah pohon durian. Ia membutuhkan lahan di wilayah tropis pada ketinggian antara 500 sampai 800 mdpl dengan intensitas cahaya matahai antara 40 sampai 50% dan curah hujan minimal 1500 mm/tahun. Tingkat pH yang cocok untuk tanaman ini adalah pada pH netral.

Setelah ditanam selama kurang lebih 8 sampai 10 tahun, pohon durian lokal mulai dapat dipanen, sedangkan pada jenis durian montong memerlukan waktu lebih singkat, antara 3 sampai 4 tahun saja. 

Pada saat berkunjung ke Palembang, saya mendapat kesempatan untuk ikut berburu durian di kota itu, meski masa panen raya sepertinya sudah berakhir. Tempat utama yang direkomendasikan kawan saya sebagai tuan rumah adalah di Pasar Kuto, Palembang. Maka rencana berburu durian yang awalnya akan dilakukan di awal -awal kedatangan kami di Palembang, baru dapat terlaksana  di hari terakhir sebelum keesokan harinya kembali ke Jakarta.

Tidak salah jika kawan saya itu membawa kami ke Pasar Kuto karena di sanalah lokasi terdekat di kota yang menyediakan durian sejak pagi sampai malam hari. Sayangnya karena kedatangan kami di sana dilakukan di malam hari, kami hanya dapat menikmati stok durian kualitas rendah. Durian-durian terbaik sudah ludes dibeli pengunjung yang pagi dan siangnya datang terlebih dahulu. Maka jika Anda ingin mendapatkan durian yang bagus sebaiknya datang dari pagi buta. Di saat itulah truk-truk atau pickup mulai berdatangan menurunkan bawaan durian dari luar kota. Dengan stok yang baru dan melimpah, Anda akan dimudahkan dalam memilih buah durian terbaik.

Trik Memilih Buah Durian yang Bagus

Terkadang masih dijumpai kesulitan bagi pembeli buah dalam menentukan pilihan terbaiknya, tidak hanya terjadi pada durian saja sebenarnya, di buah lain pun bisa saja terjadi hal demikian. Mata kita gampang tertipu atau terpedaya dengan penampilan fisik buah dari luar yang terlihat menyolok dan menarik namun setelah dibuka, rasanya tidak sesuai dengan ekspektasi.

Dalam perburuan tersebut, saya sedikit banyak mendapat ilmu tentang bagaimana cara memilih buah durian terbaik. Beberapa trik yang dapat diterapkan buat pembeli durian adalah sebagai berikut :

  • Jangan Terperdaya dengan Warna Kulit Durian
Mata orang memang paling mudah tertipu dengan casing alias tampilan luar, tidak hanya dalam melihat manusia namun juga dalam menilai kualitas suatu barang. Durian contohnya. Jika terlihat durian berwarna kuning sebaiknya jangan langsung percaya bahwa itulah durian terbaik yang harus dibeli. Bisa saja durian aslinya masih muda dan berwarna hijau pada kulit luarnya. Guna memikat calon pembeli, sang pedagang kemudian “menyulap” warna hijau itu menjadi kuning dengan metode instan yaitu dengan cara mengguyurkan air kapur atau campuran lain yang membuat durian menjadi cepat panas sehingga warna aslinya berubah menjadi kekuningan. Setelah dibelah dan dinikmati, durian itu terasa hambar dengan daging berwarna putih yang menunjukkan bahwa durian itu sebenarnya belum matang. Agar membantu penglihatan mata Anda, ada baiknya saat membeli durian jangan dilakukan di malam hari. Cahaya lampu yang terpancar di lapak penjual kadang dapat menyilaukan mata sehingga mempersulit pandangan calon pembeli.

  • Cari Durian yang Berbobot Tidak Terlalu Berat
Durian yang matang dengan daging padat biasanya tidak mempunyai berat yang terlalu besar. Berat durian yang terlalu besar cenderung menunjukkan bahwa durian itu masih terlalu muda dimana unsur air di dalamnya masih banyak atau karena bijinya yang besar namun dagingnya sendiri malah terlalu tipis.

  • Cari Durian yang Bentuknya Bulat
Trik ini termasuk mudah dilakukan karena hanya dilakukan dengan cara melihat bentu durian. Sedapat mungkin hindari durian yang berbentuk lonjong namun carilah yang bentuknya bulat. Bentuk bulat cenderung memiliki daging yang tebal dan manis dibanding yang lonjong.

  • Cari Durian Bertangkai Besar
Ibarat bagian tubuh manusia, tangan atau kaki yang terlalu kecil mengindikasikan kurangnya asupan gizi yang seimbang. Begitu juga dengan melihat bentuk ketebalan tangkai durian. Pada buah yang bagus masih terdapat tangkai yang besar dan gemuk, artinya asupan nutrisi ke buahnya lebih baik dibanding durian bertangkai kecil.

  • Jangan Beli Durian yang Telah Terbuka Kulitnya
Aroma yang keluar dari durian yang retak atau terbuka kulitnya memang memudahkan calon pembeli melakukan penciuman. Namun jangan salah, akibat kulit yang sudah terbuka, angin dari luar masuk ke dalam buah sehingga dapat menyebabkan durian itu “masuk angin.” Disamping akan menjadi kering karena terpapar angin luar, kulit durian yang terkelupas dapat menjadi jalan masuk bagi organisme atau binatang kecil untuk masuk ke dalam sehingga tidak higienis lagi.

  • Ketuk Kulit Permukaan Durian 
Trik ini mungkin susah dipraktekkan bagi pemula karena harus dapat membedakan bunyi yang keluar saat buahnya diketuk-ketuk. Dengan memakai pisau yang disediakan penjual, coba lakukan ketukan dengan lempengan pisau itu ke badan durian. Jika bunyi ketukan cenderung ringan atau nyaring, indikasinya durian itu masih muda atau belum matang. Namun jika suara yang dihasilkan lebih nge-”bass” atau “bariton” bisa memberi petunjuk bahwa durian itu sudah matang.

  • Ciumlah Sekilas Aroma Durian
Metode terakhir ini juga perlu dilatih karena hanya orang-orang berpengalaman saja yang dapat mempraktekannya dengan benar. Apalagi jika indera penciuman tidak sensitif, trik yang satu ini menjadi tidak banyak membantu. Aroma yang tercium juga bisa saja sulit dibedakan dengan aroma yang tercium dari tumpukan durian lain di dekatnya.

Karena kemampuan saya dalam mendeteksi kualitas buah durian masih kalah jauh dibanding kawan-kawan, maka dalam perburuan durian di Palembang itu, saya menyerahkan urusannya pada orang yang lebih ahli. Bisa menikmati makan durian langsung dari penjual di pinggir jalan saja sudah menjadi anugerah yang indah (untung saja saya tidak memiliki riwayat kolesterol dan tekanan darah tinggi sehingga tidak khawatir menghabiskan durian yang tersaji di depan mata).

durian

durian

durian

durian

durian

durian

durian

durian

durian

durian

durian

durian
Silakan tulis komentar Anda