Wednesday, March 28, 2018

Andy Arslan Djunaid, Pelopor Transformasi Kospin Jasa Menjadi Sebuah Koperasi Modern

Dulu sewaktu saya masih SD, ayah saya yang menjadi seorang guru dipercaya menjadi bendahara Koperasi PGRI yang bertugas untuk mengelola simpan pinjam anggota koperasi yang dikelolanya. Tidak ada sesuatu yang istimewa dari sebuah koperasi karena aktivitas anggotanya yang biasanya hanya berkutat pada kegiatan simpan pinjam uang saja.

Namun keberadaan salah satu koperasi terbesar di Indonesia saat ini, Kospin Jasa, telah memberikan pandangan yang keliru. Koperasi sudah tidak dapat dianggap sebelah mata dan tidak lagi identik dengan orang berpenghasilan biasa-biasa saja yang memerlukan dana pinjaman.

Dari berbagai peristiwa bersejarah yang dialami Kospin Jasa sejak berdiri tahun 1970-an hingga saat ini dapat disimpulkan bahwa koperasi yang identik dengan sistem tradisional ternyata bisa dikelola menjadi sebuah koperasi yang bergerak dengan manajemen modern dan tidak ketinggalan jaman. Dulu koperasi tidak mengenal alat pembayaran berupa ATM yang hanya didominasi oleh bank-bank umum. Namun saat ini koperasi pun bisa memiliki ATM seperti halnya bank, salah satunya dipelopori oleh Kospin Jasa. Bahkan yang mengejutkan, Kospin Jasa bergerak cepat dengan melebarkan sayapnya di dunia bisnis keuangan (financial business) dengan mendirikan perusahaan asuransi jiwa syariah, PT Jasa Mitra Abadi (JMA) disusul mengakuisisi perusahaan asuransi umum syariah, PT Asuransi Takaful Umum.

Di tangan Ketua Umum Kospin Jasa saat ini, H. Andy Arslan Djunaid, SE, Kospin Jasa mengalami perkembangan yang sangat cepat. Jebolan FE Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta ini banyak melakukan terobosan besar sehingga mampu mentransformasi koperasi tersebut menjadi sebuah lembaga keuangan non bank yang mumpuni dan dipercaya masyarakat. Jaringan kantornya sendiri terus bertambah dari tahun ke tahun dan menyasar langsung ke lapisan masyarakat terbawah, terbukti dengan lokasi kantor-kantor cabang yang hampir merata di sejumlah daerah terutama di Pulau Jawa. Bisa saja nama Kospin Jasa akan seperti Pegadaian dimana hampir tiap orang tahu bahwa gadai itu identik dengan PT Pegadaian. Bahkan kata “Kospin” sendiri sudah menjadi semacam trade mark atau merk dagang meskipun berasal dari kata umum “Koperasi Simpan Pinjam”. Ketika orang menyebut Kospin, yang terlintas dalam pikiran adalah Kospin sebagai nama perusahaan dan bukan entitas bisnis.     

Entah langkah spektakuler apa lagi yang akan dikeluarkan oleh “tangan dingin” cucu dari pendiri Kospin Jasa ini. Tidak mustahil suatu saat Kospin Jasa akan membeli perusahaan jasa keuangan lain setelah mengakuisisi PT Asuransi Takaful Umum dan mendirikan PT Jasa Mitra Abadi. Beberapa sektor keuangan lain yang belum “disentuh” Kospin Jasa dan sangat mungkin ke depannya bakal “digarap” juga antara lain perbankan, BPR, leasing/multifinance, broker, dan lain-lain.  

No comments: