KMP Sebuku ; Kapal Penumpang Lintas Merak – Bakauheni - Traveling, Sejarah, Budaya, Tokoh, Peristiwa, Ekonomi, Bisnis

Wednesday, May 13, 2020

KMP Sebuku ; Kapal Penumpang Lintas Merak – Bakauheni


Pada bulan Februari 2020 sebelum ramai pandemi Covid-19 menjadi momen berharga yang saya alami yaitu melakukan perjalanan perdana lintas darat dan menyeberangi Selat Sunda dengan tujuan akhir Kota Palembang, Sumatera Selatan.

Perjalanan ber-empat yang “disponsori” oleh teman baik tersebut terasa istimewa karena baru kali ini terlaksana tour bareng dengan komposisi lengkap. Sebelumnya pernah dilakukan happy traveling ke Gunung Bromo, Jawa Timur, namun kala itu tidak semua personil bisa ikut. Event yang sudah diimpikan sejak Group WA “Bromo” yang hanya beranggotakan 5 (lima) orang eks sejawat kantor itu benar-benar sudah mewujudkan misinya sesuai nama group WA.

Mengingat destinasi Bromo sudah tercapai, untuk akhir tahun 2019 di-setting ke tempat tujuan lain yang kala itu jatuh ke Kota Palembang, Sumatera Selatan, tempat dimana salah satu anggota Group WA Bromo berdomisili.

Maka perjalanan pun dimulai pada hari Jumat, 7 Februari 2020 dengan titik kumpul keberangkatan di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, sebagai lokasi kedatangan anggota group Bromo yang berasal dari Surabaya, Jawa Timur.

Sekitar pukul 12.50 WIB, mobil pribadi milik kawan yang menjadi “sponsor utama” berhasil masuk ke KMP Sebuku setelah melalui proses antrian masuk ke lambung kapal di Pelabuhan Merak, Banten. Setelah menempati posisi parkir mobil, kami pun keluar dari mobil dan langsung menuju ke ruangan tempat duduk penumpang yang berada di atas.

KMP (Kapal Motor Penumpang) Sebuku merupakan kapal penyeberangan penumpang dengan jenis Roll on – Roll off (Ro-Ro) dengan tonase 5.000 GT yang melayani jalur lintas Merak – Bakauheni. Nama “Sebuku” diambil dari sebuah nama pulau terbesar yang berada di jalur Selat Sunda tepatnya di Teluk Lampung, sekitar 2,3 km di sebelah selatan ujung Pulau Sumatera.

Kapal ini selesai dibangun dan berhasil diluncurkan perdana pada tahun 2014 di Galangan Kapal PT Mariana Bahagia, Palembang dan merupakan kapal terbesar yang pernah dipesan dan dimiliki oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan RI. Istimewanya, dari sejak proses pembuatan desain kapal, pengujian model, sampai pembangunan konstruksi kapal, semuanya dilaksanakan di Indonesia oleh para ahli perkapalan di negeri ini. Sebagian besar komponennya pun diproduksi di dalam negeri guna meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TDKN). Sedangkan beberapa komponen lain masih menggunakan produksi luar negeri seperti propeller yang didatangkan dari pabrikan Nakashima, Jepang.

Setelah melalui proses panjang dan melewati pendaftaran klasifikasi kapal di BKI (Biro Klasifikasi Indonesia), akhirnya kapal tersebut dapat dimanfaatkan oleh para penggunanya sampai sekarang. Spesifikasi KMP Sebuku dapat dilihat pada tabel di bawah ini :
LOA
:
109.40 m
LBP
:
99.57 m
Gross Tonnage (GT)
:
5553
Material
:
Steel
Port of Register
:
Palembang
Kind of Ship
:
Ferry
Shipbuilder
:
PT Mariana Bahagia
Place of Built
:
Palembang
Year of Built
:
2014
No. of Decks
:
1
No. of Propeller
:
2
No. of Main Engine
:
2 (Yanmar 6 N 330 – EW)
No. of Aux. Engine
:
4 (Yanmar 6 AYL - WET)
Berdasarkan informasi yang terpampang di website ferizy.com yang dikelola ASDP Indonesia Ferry (Persero), per tanggal 1 Maret 2020, pembelian tiket ferry hanya dapat dilakukan secara online. Namun pada saat terjadi pandemi Covid-19 ini, operasional kapal ferry lintas Merak – Bakauheni dinyatakan dihentikan sementara mulai tanggal 24 April sampai 31 Mei 2020. Penyeberangan hanya bisa dilakukan khusus untuk melayani kendaraan pengangkut logistik atau barang kebutuhan pokok dan obat-obatan, kendaraan pengangkut petugas penanganan Covid-19, kendaraan pemadam kebakaran, serta mobil ambulans atau mobil jenazah.

Nah, bagi Anda yang belum memiliki kesempatan untuk menjajal kapal ferry ini dapat mencobanya di lain waktu (setelah badai Covid-19 berlalu dan operasional keberangkatan kapal lintas Merak – Bakauheni dibuka kembali). Meskipun terdapat 2 (dua) pilihan layanan yaitu reguler dan eksekutif namun saya menyarankan Anda untuk memilih tiket eksekutif yang memiliki berbagai keunggulan dibanding tiket reguler meskipun harganya menjadi lebih mahal. Dengan memilih layanan eksekutif (dibanding reguler), para penumpang akan diberikan sejumlah fasilitas dalam kapal yang lumayan mengesankan seperti tempat duduk yang nyaman, fasilitas mushola, tempat makan dan minum (cafetaria), serta spot pemandangan laut di dek penumpang. Disamping itu waktu tempuh perjalanan kapal untuk layanan eksekutif hanya berlangsung selama sekitar 1 (satu) jam saja dibanding dengan kapal reguler yang memerlukan waktu sekitar 2,5 (dua setengah) jam.

KMP Sebuku

KMP Sebuku

KMP Sebuku

KMP Sebuku

KMP Sebuku

KMP Sebuku

KMP Sebuku

KMP Sebuku

KMP Sebuku

KMP Sebuku

KMP Sebuku

KMP Sebuku

KMP Sebuku

KMP Sebuku

KMP Sebuku

KMP Sebuku

KMP Sebuku

KMP Sebuku

KMP Sebuku

KMP Sebuku

KMP Sebuku

KMP Sebuku

KMP Sebuku

KMP Sebuku

KMP Sebuku

KMP Sebuku

KMP Sebuku

KMP Sebuku
Silakan tulis komentar Anda