Muslim Wajib Mempercayai Dunia Ghaib, Termasuk Keberadaan Jin - Traveling, Sejarah, Budaya, Tokoh, Peristiwa, Ekonomi, Bisnis

Monday, July 27, 2020

Muslim Wajib Mempercayai Dunia Ghaib, Termasuk Keberadaan Jin

Akhir-akhir ini dunia per-YouTube-an ramai dengan keberadaan channel-channel misteri yang banyak berisi perburuan penampakkan hantu yang tertangkap secara kasat mata melalui kamera yang dibawa oleh sang host.

Menanggapi munculnya channel-channel misteri tersebut, kita patut berhati-hati menyikapinya, terutama pada konten-konten misteri yang berpotensi dapat merusak keimanan seorang muslim.

Terkait fenomena penampakkan jin dalam tayangan-tayangan tersebut, bagaimana cara seorang muslim menanggapinya ?. Saya akan mencoba menggali fenomena dunia per-ghaib-an dalam channel-channel YouTube tersebut dengan mengambil rujukan utama dari sebuah buku yang berjudul “Kesurupan Jin dan Cara Pengobatannya secara Islami” karya Syaikh Wahid Abdus Salam Bali.
  
Kewajiban Seorang Muslim Beriman kepada Perkara Ghaib

Sesungguhnya diantara dasar akidah Islam adalah beriman kepada yang ghaib. Bahkan ia menjadi sifat pertama yang dipakai Allah SWT dalam mensifati orang-orang yang bertakwa melalui firman-Nya :

Alif, laam, miim. Kitab (Al-Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi mereka yang bertakwa (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan sholat dan menafkahkan sebagian rizki yang Kami anugerahkan kepada mereka” (QS Al Baqarah : 1-3). 

Ibnu Mas'ud mengatakan “yang ghaib” adalah apa yang ghaib dari kita dan hal itu diberitahukan oleh Allah dan Rasul-Nya kepada kita.

Termasuk diantara perkara yang ghaib adalah jin yang wajib diimani oleh muslim karena terdapat banyak dalil baik dalam Al-Qur'an maupun Sunnah yang menyatakan eksistensinya. Diantara dalil-dalil tersebut adalah sebagai berikut :






Dan ingatlah ketika Kami hadapkan serombongan jin kepadamu yang mendengarkan Al Qur'an" (QS Al-Ahqaf : 29).



Hai golongan jin dan manusia, apakah belum datang kepadamu, rasul-rasul dari golongan kamu sendiri yang menyampaikan kepadamu ayat-ayat-Ku dan memberi peringatan kepadamu terhadap pertemuanmu dengan hari ini?. Mereka berkata,“Kami menjadi saksi atas diri kami sendiri”. Kehidupan dunia telah menipu mereka dan mereka menjadi saksi atas diri mereka sendiri bahwa mereka adalah orang-orang yang kafir” (QS Al-An'am : 130).


Hai golongan jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya melainkan dengan kekuatan” (QS Ar-Rahman : 33).


Katakanlah (hai Muhammad) : “Telah diwahyukan kepadaku bahwasanya sekumpulan jin telah mendengarkan (Al Qur'an) lalu mereka berkata : Sesungguhnya kami telah mendengarkan Al Qur'an yang menakjubkan” (QS Al Jin : 1).


Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki diantara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki diantara jin, maka jin-jin itu itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan” (QS Al Jin : 6).

Sedangkan diantara dalil-dalil yang berasal dari Sunnah antara lain sebagai berikut :

Hadits 1 :

Muslim meriwayatkan di dalam Shahihnya dari Ibnu Mas'ud ra, ia berkata,”Kami pernah bersama-sama Rasulullah SAW pada suatu malam lalu kami kehilangan beliau sehingga kami mencarinya ke beberapa lembah dan perkampungan. Kemudian kami berkata, dia dibawa terbang atau terbunuh. Kemudian malam itu kami bermalam buruk bersama orang-orang. Pada pagi harinya tiba-tiba beliau datang dari arah Hira'. Ibnu Mas'ud berkata: Lalu kami berkata, wahai Rasulullah, kami kehilangan engkau lalu kami mencarimu tetapi kami tidak menemukanmu sehingga kami bermalam buruk bersama orang-orang. Rasulullah SAW berkata,”Telah datang kepadaku pengundang (da'i) dari bangsa jin lalu aku pergi bersamanya kemudian aku bacakan Al Qur'an kepada mereka. Ibnu Mas'ud berkata: Kemudian Rasulullah SAW pergi bersama kami lalu memperlihatkan kepada kami berkas-berkas mereka dan bekas-bekas api mereka.
Mereka bertanya kepadanya tentang bekal (makanan) mereka lalu Nabi SAW bersabda: “Bagi kalian setiap tulang yang disebutkan nama Allah padanya (ketika menyembelihnya), ia jatuh ke tangan kalian menjadi makanan, dan setiap kotoran dari binatang kalian.” Kemudian Rasulullah SAW bersabda : “Karena itu janganlah kalian beristinja dengan kedua benda tersebut karena keduanya adalah makanan saudara-saudara kalian.”

Hadits 2 :

Dari Abu Sa'id Al Khudri ra, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda kepadaku: “Aku melihatmu senang kepada kambing dan padang (gembalaan). Jika kamu berada di tengah kambingmu dan padang (gembalaan)mu lalu kamu adzan untuk shalat maka keraskanlah suara adzanmu karena sesungguhnya tidaklah jin, manusia atau apa saja yang mendengar gema suara seorang mu'adzan kecuali akan menjadi saksinya pada hari kiamat” (Diriwayatkan oleh Bukhari, Malik, Nasa'i dan Ibnu Majah).

Hadits 3 :

Dari Ibnu Abbas ra, ia berkata: Rasulullah SAW pernah pergi bersama sejumlah sahabatnya menuju pasar Ukazh, sementara itu syetan-syetan telah dihalangi dari mendapatkan berita langit dan dilempari dengan meteor sehingga syetan-syetan itu kembali kepada kaum mereka. Kaum mereka bertanya: Mengapakah kalian ?. Mereka menjawab: “Kami telah dihalangi untuk mendapatkan berita langit dan kami pun dilempari sejumlah meteor. Kaum mereka berkata: “Tidak ada sesuatu yang menghalangi kalian dari berita langit kecuali sesuatu yang telah terjadi, karena itu pergilah ke penjuru timur dan barat bumi dan lihatlah apa yang telah menghalangi kalian dari berita tersebut. Kemudian mereka yang berangkat ke arah Tihamah berpaling kepada Nabi SAW yang ketika itu berada di Nikhlah menuju pasar Ukazh dan sedang mengimami para sahabatnya shalat subuh. Ketika mendengar Al Qur'an (yang dibaca oleh Nabi SAW) maka mereka pun mendengarkannya seraya berkata: “Demi Allah, inilah yang menghalangi kalian dari berita langit itu.” Di sinilah kemudian mereka kembali kepada kaum mereka seraya berkata: “Wahai kaum kami, sesungguhnya kami telah mendengar Al Qur'an yang menakjubkan, yang memberi petunjuk kepada jalan yang benar lalu kami beriman kepadanya. Dan kami sekali-kali tidak akan mempersekutukan seorang pun dengan Rabb kami.” Kemudian Allah menurunkan kepada Nabi-Nya ayat (yang artinya): “Katakanlah (hai Muhammad): “Telah diwahyukan kepadaku bahwasanya sekelompok jin telah mendengarkan (Al Qur'an)...”

Dengan sejumlah dalil di atas maka dapat disimpulkan bahwa seorang muslim wajib percaya pada perkara atau dunia ghaib, termasuk mempercayai keberadaan atau eksistensi jin. Namun demikian, dalam hal munculnya tayangan makhluk ghaib yang tertangkap kamera secara nyata dalam bentuk padat di beberapa channel YouTube perlu untuk dikritisi, baik channel-channel yang mengklaim penampakkan tersebut asli adanya (tanpa settingan dan atau editan) maupun channel-channel yang hanya bertujuan untuk memberikan hiburan kepada netizen.

jin

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda