Mengapa Sarang Lebah Berbentuk Segi Enam ? - Traveling, Sejarah, Budaya, Tokoh, Peristiwa, Ekonomi, Bisnis

Tuesday, September 1, 2020

Mengapa Sarang Lebah Berbentuk Segi Enam ?

Lebah merupakan kelompok binatang serangga yang dikenal karena hidupnya yang berkelompok meskipun sebenarnya tidak semua lebah mempunyai sifat demikian. 

Semua lebah masuk dalam suku atau familia Apoidae dan ordo Hymenoptera atau serangga bersayap selaput. Di dunia ini terdapat sekitar 20000 spesies lebah yang dapat ditemukan di setiap benua kecuali Antartika.

Sebagai serangga, ia mempunyai sepasang kaki dan dua pasang sayap. Lebah membuat sarangnya di atas bukit, di pohon kayu, dan atap rumah. Sarangnya dibangun dari propolis atau perekat dari getah pohon dan wax yang diproduksi oleh kelenjar lebah betina yang masih muda dalam badannya. Hewan yang satu ini memakan atau mengkonsumsi nektar bunga dan serbuk sari tumbuhan.

Sarang lebah menjadi sebuah objek hasil karya hewan yang dikagumi oleh para peneliti dari berbagai penjuru dunia. Mereka menilai sarang lebah sebagai bangunan 'cerdas' yang dibuat oleh sekawanan hewan ini. Ilmuwan pun mengungkap bahwa setiap sel lilin pada sarang lebah terdapat struktur segi enam yang sempurna. Bangunan kokoh ini tidak hanya menyediakan kekuatan terkait struktur tetapi juga cara yang paling cerdas untuk menyimpan madu.

Berdasarkan dari pemikiran geometris tertentu, lebah tahu bahwa heksagon atau segi enam lebih besar dari persegi dan segi tiga sehingga akan menahan lebih banyak madu. Demikian kata ahli ilmu ukur Yunani abad keempat, Pappus of Alexandria. Tidak hanya ahli ukur Yunani abad keempat yang mengungkap kecerdasan lebah pada sarang yang dibuatnya tetapi juga ilmuwan kontroversial yang mengeluarkan teori evolusi, Charles Darwin, yang pernah mengungkap bahwa sarang lebah benar-benar sempurna dalam sisi pembuatannya.

Menurut studi terbaru, bagaimana sarang lebah dengan banyak lubang ini muncul, tidak semata-mata langsung dalam bentuk segi enam melainkan awalnya berbentuk lingkaran. Secara perlahan dan bertahap, lubang tersebut membentuk segi enam dengan aliran lilin halus yang berubah menjadi material semi cair oleh panas dari lebah pekerja.

Ilmuwan dari Inggris dan China yang dipimpin oleh Bhushan Karihaloo dari Cardiff University melihat apa yang terjadi setelah serpihan lilin yang ditarik dari tubuh lebah pencari makanan oleh lebah spesialis dimana lebah spesialis ini ditugaskan untuk membangun sarang lebah. Melalui kerja kerasnya, lebah ini beroperasi secara berdampingan dalam tabung melingkar yang berlawanan dan saling berdekatan. Pada suhu sekira 45 derajat Celcius, lilin mulai mengalir perlahan menjadi material elastis atau cairan kental.

Pada sebuah tahapan tertentu, dinding sel terus menggeliat. Pada akhirnya, dinding sel sebelah melebur dan menjadi lurus, membentuk segi enam yang sempurna. Kita tidak bisa mengabaikan, kita tidak bisa tidak mengagumi peran yang dimainkan oleh lebah dalam proses ini dengan pemanasan, meremas dan penipisan lilin," jelas peneliti dalam studi yang diterbitkan oleh Journal of Royal Society Interface.

Dengan bentuk sarang yang merupakan segi 6 (enam), lebah bisa memanfaatkan sebaik-baiknya tempat yang tersedia dan menghasilkan konstruksi sarang yang ringan namun kokoh atau kuat, hemat cairan lilin, dan mampu menyimpan madu dalam jumlah banyak. Karena itu, sarang lebah boleh disebut sebagai sebuah karya arsitektur fenomenal yang dibuat oleh binatang.

Di jaman modern saat ini, para ilmuwan meniru konstruksi sarang lebah dalam pembuatan bangunan yang kokoh namun tidak memerlukan banyak tempat. Misalnya, para perancang pesawat terbang menggunakan potongan-potongan yang disusun seperti bagian-bagian sarang lebah untuk membuat pesawat yang kuat, ringan, dan lebih hemat bahan bakar.

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda