Pentingnya Menjaga Keikhlasan dalam Beribadah - Traveling, Sejarah, Budaya, Tokoh, Peristiwa, Ekonomi, Bisnis

Friday, April 23, 2021

Pentingnya Menjaga Keikhlasan dalam Beribadah

Kalau ada orang Islam yang menyangka bahwa dirinya tidak mungkin akan digoda oleh jin atau golongan syetan maka keislaman orang itu patut dipertanyakan. 

Hal ini sudah dibahas dalam artikel sebelumnya bahwa sesungguhnya dalam setiap diri seorang muslim, terdapat jin qarin yang menyertainya. Tidak peduli si muslim itu berada dalam ketaatan paling tinggi sekalipun.

Bagaimana cara jin atau syetan menggoda para ahli ibadah yang tingkat ketaatannya tinggi dibanding kalangan muslim biasa ?. Tentu saja ada dari golongan syetan yang memiliki kemampuan khusus untuk menggoda kalangan yang khusus seperti itu.

Manakala Allah SWT menangguhkan dimasukannya syetan ke neraka sampai hari kiamat, mereka lalu bersumpah untuk tiada henti menggoda dan menjerumuskan manusia dengan segala cara, tanpa pandang bulu, mulai dari anak-anak, orang dewasa, orang tua, laki-laki, perempuan, orang yang sedikit beribadah, sampai orang yang tekun beribadah kepada Allah SWT. Semuanya mendapat giliran. Salah satu cara syetan menghadapi orang yang banyak beribadah adalah dengan cara menanamkan rasa ujub dan riya ke dalam hati orang itu sehingga amalannya menjadi sia-sia dan bahkan menjerumuskannya ke neraka.

Terdapat sebuah hadits yang cukup panjang yang dapat menjelaskan situasi ini. Abu Hurairah ra berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Apabila tiba hari kiamat, Allah yang Maha Suci lagi Maha Agung datang kepada para hamba untuk memberikan keputusan di antara mereka. Lalu ia datang kepada setiap umat. Orang pertama yang dipanggil adalah penghafal Al-Qur’an. Allah berfirman kepadanya, “Bukankah Aku telah mengajarimu dengan apa yang telah Aku turunkan kepada Rasul ?.” Manusia itu menjawab, “Benar, wahai Tuhanku”. Allah berfirman kembali, “Sudahkah kamu mengamalkan ilmu yang telah kamu ketahui ?”. Dia menjawab, “Dengan ilmu itu, saya beribadah sepanjang siang dan malam”. Lalu Allah berkata, “Bohong kamu !”. Para malaikat pun berkata, “Bohong kamu”. Allah SWT berkata, “Melainkan kamu ingin agar dikatakan bahwa si fulan pandai membaca Al-Qur’an dan hal itu sudah dikatakan”.

Lalu didatangkan orang kedua, pemilik harta. Allah SWT bertanya, “Bukankah Aku telah melapangkanmu sehingga Aku membuatmu tidak membutuhkan bantuan orang lain ?’. Orang itu menjawab, “Ya, wahai Tuhanku”. Allah bertanya lagi, “Lalu apa yang kamu lakukan terhadap harta yang telah Aku berikan kepadamu ?”. Dia menjawab, “Saya menyambung silaturahmi dan bersedekah”. Lalu Allah berkata, “Bohong kamu !”. Para malaikat pun berkata, “Bohong kamu”. Selanjutnya Allah berkata, “Melainkan kamu ingin agar dikatakan si fulan seorang dermawan, dan hal itu sudah dikatakan”.

Terakhir, didatangkan seorang mujahid yang gugur di jalan Allah. Kembali Allah SWT bertanya, “Karena apa kamu terbunuh ?”. Dia menjawab, “Saya diperintah untuk berjihad membela agama-Mu, lalu saya berperang hingga terbunuh”. Maka Allah berkata, “Bohong kamu !”. Malaikat pun berkata, “Bohong kamu”. Lalu Allah berkata, “Melainkan kamu menginginkan agar dikatakan bahwa si fulan seorang pemberani, dan hal itu sudah dilakukan”.

Lalu Rasulullah SAW memegang lututku (Abu Hurairah : pen.) seraya bersabda, “Hai Abu Hurairah, itulah 3 (tiga) orang pertama yang untuk mereka Allah nyalakan api neraka pada hari kiamat”.

Maka, bagi sebagian umat muslim yang merasa ibadahnya sudah tinggi, jangan ke-PD-an dan jangan menampakkan kesombongan, baik tersirat maupun tersurat. Percuma saja jika segala ketinggian ibadah itu tidak dilandasi oleh niat yang benar untuk mendapatkan ridha Allah SWT. Semua amal menjadi sia-sia, bahkan terancam masuk neraka !.

sujud

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda