Pada Semua Diri Seorang Muslim (Pasti) Ada Jin Qarin - Traveling, Sejarah, Budaya, Tokoh, Peristiwa, Ekonomi, Bisnis

Sunday, August 2, 2020

Pada Semua Diri Seorang Muslim (Pasti) Ada Jin Qarin

Tidak dapat disangkal lagi bahwasannya dalam diri seorang muslim, baik yang tidak taat maupun yang ahli ibadah sekalipun, terdapat jin qarin di dalam tubuhnya.

Disadari atau tidak, tanpa pengetahuan atau tidak, pada diri setiap muslim sesungguhnya terdapat 2 (dua) makhluk ghaib pendamping yang selalu berada menemani orang tersebut. Karena bersifat tak kasat mata, tentu sulit bagi kita untuk mendeteksi keberadaannya, meskipun si jin ini berada dalam jarak dekat dengan manusia sekali pun dan tak terhalang oleh apapun.

Dalil Al-Qur'an tentang jin qarin dapat dibaca dalam firman Allah SWT, “Yang menyertai manusia berkata: “Ya Tuhan kami, aku tidak menyesatkannya tetapi dialah yang berada dalam kesesatan yang jauh” (QS Qaf : 27). Ibnu Abbas ra, Qatadah, Mujahid, dan beberapa ulama lainnya, mengatakan, “Yang menyertai manusia adalah setan yang ditugasi untuk menyertai manusia.” (Tafsir Ibnu Katsir, 7 : 403). 

Dalil hadits tentang adanya jin qarin dapat dilihat pada tulisan sebelumnya yang saya kutipkan kembali di sini. Ahmad dan Muslim telah meriwayatkan dari Ibnu Mas'ud ia berkata telah bersabda Rasulullah SAW: “Setiap orang dari kalian mempunyai pendamping dari jin dan pendamping dari malaikat. Para sahabat bertanya: “Termasuk engkau wahai Rasulullah ?” Nabi SAW menjawab: “Termasuk aku, tetapi Allah telah membantuku menundukkannya kemudian dia masuk Islam sehingga tidak memerintahkan aku kecuali dengan kebaikan.” Imam An-Nawawi mengatakan, “Dalam hadits ini terdapat peringatan keras terhadap godaan jin qarin dan bisikannya. Nabi SAW memberi tahu bahwa dia bersama kita agar kita selalu waspada sebisa mungkin” (Syarh Shahih Muslim, 17 : 158).

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Munajid mengatakan, “Tidak ada tugas bagi jin qarin selain menyesatkan, mengganggu, dan membisikkan was-was. Godaan jin qarin ini akan melemah sebanding dengan kekuatan iman pada diri seseorang” (Fatawa Islam, Tanya Jawab No. 149459).

Karena “pertarungan” manusia dan jin akan selalu ada sepanjang kehidupan dunia ini berlangsung maka kehadiran jin qarin tentu tidak bisa dienyahkan. Ia akan selalu ada untuk berjuang sekuat tenaga dalam menjerumuskan umat manusia ke dalam keburukan. Oleh karena itu, tidak akan ada satu manusia pun yang akan terbebas dari godaan jin qarin. Siapa pun itu tidak ada tebang pilih, mulai dari orang awam biasa sampai ustadz pun tak kan bisa menghindarinya. Bahkan godaan yang diarahkan ke seseorang yang alim akan dikerahkan sedemikian rupa. Maka berhati-hati juga lah bagi siapa saja yang merasa ilmu dan praktek keagamaannya dianggap sudah tinggi. Jin qarin atau setan tetap mampu membisikkan hal-hal yang orang lain tidak mengetahuinya, misal dengan menghembuskan rasa sombong, ujub, riya, dan sebagainya.

Dalam hadits di atas dijelaskan bahwa hanya Nabi SAW yang dapat mengubah akidah jin pendamping (qarin) menjadi Islam. Artinya diluar Nabi SAW tidak akan pernah bisa mempengaruhi jin qarin untuk memeluk agama Islam. Umar bin Khaththab ra saja yang dikenal sebagai sahabat Nabi yang kuat aqidahnya tidak mampu mengislamkan setan pendampingnya (baca : Kesurupan Jin dan Cara Pengobatannya secara Islami, Syaikh Wahid Abdus Salam Bali). Seorang mukmin hanya dapat melakukan upaya pelemahan pengaruh jin qarin atau setan seperti melakukan dzikir, membaca Al-Qur'an, dan amalan-amalan lainnya yang diajarkan Allah dan Rasul-Nya. Salah satu caranya adalah dengan memohon perlindungan Allah SWT sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur'an, “Apabila setan menggodamu maka mintalah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” (QS Al-Araaf : 200). Wallahua'lam.

Referensi :
Kesurupan Jin dan Cara Pengobatannya secara Islami, Syaikh Wahid Abdus Salam Bali, Robbani Press, 1992
https://konsultasisyariah.com/9029-mengenal-jin-qorin.html

jin qarin

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda