3 (Tiga) Kriteria Khusus Wanita yang Harus Dicari Pria - Traveling, Sejarah, Budaya, Tokoh, Peristiwa, Ekonomi, Bisnis

Tuesday, May 11, 2021

3 (Tiga) Kriteria Khusus Wanita yang Harus Dicari Pria

Jika di artikel sebelumnya telah saya terangkan tentang anjuran untuk memilih pria berdasarkan 3 (tiga) kriteria khusus maka kali ini saya jelaskan dalam konteks sebaliknya yaitu 3 (tiga) kriteria khusus wanita yang harus dicari para pria. 

Meskipun pria cenderung mudah jatuh hati kepada wanita dari segi penampilan atau impresi fisik namun untuk menuju ke jenjang pernikahan, perlu digali kembali secara lebih mendalam profil calon pasangan hidup Anda. Alasannya sama dengan tulisan sebelumnya, bahwa ikatan pernikahan yang akan dilakukan merupakan jalan panjang yang akan dilalui bersama dimana faktor-faktor yang membuat pria jatuh hati dan jatuh cinta akan mulai dikombinasi dengan faktor "komitmen" pernikahan yang sama pentinya guna mendukung keberlangsungan ikatan pernikahan dalam jangka panjang. Tanpa dibarengi dengan komitmen yang berorientasi jangka panjang, nilai cinta yang tertanam sejak masa perkenalan tidak akan bertahan lama. 

Untuk itu, agar dapat mendukung komitmen jangka panjang itu, diperlukan sejumlah kriteria khusus yang harus dipenuhi oleh wanita. Dinamakan kriteria khusus karena untuk hal-hal yang berlaku umum harus sudah menjadi sebuah prasyarat sebelum memutuskan masuk ke ranah pernikahan. Contoh dari kriteria umum bagi wanita adalah masih gadis, seagama, dan serius menjalani masa-masa menuju pernikahan.

Sedangkan kriteria khusus adalah kriteria tambahan yang dapat mendukung tingkat keawetan relasi hubungan jangka panjang selama menjalani bahtera pernikahan. Di sini saya hanya menyebutkan 3 (tiga) kriteria khusus saja meskipun boleh saja ditambahkan dengan poin-poin lain diluar yang akan saya sebutkan. Adapun 3 (tiga) kriteria khusus wanita yang harus dicari oleh pria dalam rangka menuju jenjang pernikahan berorientasi jangka panjang adalah sebagai berikut : 

(1) Tidak bergantung pada orang tua

Komponen pertama ini menjadi hal prioritas, meskipun dalam realitanya, banyak juga dijumpai adanya pernikahan dimana sang istri masih cenderung belum dapat melepaskan diri dari bayang-bayang orang tuanya. Jika hal ini tidak disadari dengan baik dan pihak perempuan tidak berupaya untuk mengurangi ketergantungan kepada orang tua maka keharmonisan keluarga dapat terganggu. Hakekat pernikahan itu sendiri adalah menyatukan pria dan wanita dalam perjalanan kehidupan yang benar-benar baru sehingga jika masih ada campur tangan orang tua di dalamnya, martabat kepala keluarga menjadi tidak ada artinya. 

Apabila kendali keluarga masih dipegang oleh orang tua istri maka hakekat pernikahan itu tak tercapai dengan baik. Tidak ada ketundukkan istri kepada suami sebagai kepala keluarga tidak terwujud. Padahal keberadaan suami adalah untuk dipatuhi perintahnya selama tidak bertentangan dengan ajaran agama. 

(2) Tidak suka memoles kecantikan di luar rumah

Sebaik-baik wanita sholehah adalah istri yang dapat menjadi perhiasan bagi suaminya. Namun di jaman sekarang ini kondisinya serba terbalik dimana para wanita berlomba bersolek dan mempercantik diri ketika berada di luar rumahnya. Entah untuk tujuan apa dan siapa yang hendak ia kejar dengan memperlihatkan penampilan yang terlalu berlebihan itu. 

(3) Pandai bersyukur atas pemberian suami

Bagaimana pun juga, setiap pemberian suami meskipun kecil dan belum memenuhi harapan, dapat diapresiasi dengan ucapan terima kasih. Kelalaian ini dapat menyebabkan pandangan yang keliru karena jika tidak diungkapkan, sang suami bisa saja beranggapan bahwa sang istri tidak pandai mensyukuri pemberian hasil keringat suaminya. Meskipun nafkah ekonomi memang telah menjadi kewajiban suami namun menyampaikan ucapan terima kasih menunjukkan ketinggian akhlak istri di hadapan suaminya.

Itulah 3 (tiga) kriteria yang patut dipertimbangkan manakala seorang pria hendak menikahi wanita yang dicintainya. Cobalah untuk meneliti apakah ketiga hal di atas dapat terpenuhi pada diri calon pasangan hidup Anda. Singkirkan sedikit saja faktor emosional dan mulailah memberi ruang bagi otak untuk berfikir rasional. Kehidupan berumah tangga dalam jangka panjang akan mengubah pandangan tentang cinta dimana komitmen yang akan dominan menentukan kebahagiaan hidup. 

wanita

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda