Tentang Laki-Laki yang Bekerja Jauh - POJOKCERITA

Tuesday, May 19, 2026

Tentang Laki-Laki yang Bekerja Jauh

Ada satu fase dalam kehidupan seorang laki-laki yang mungkin tidak banyak diperbincangkan orang yaitu sebuah fase ketika ia harus memilih: tetap dekat dengan keluarga, atau pergi jauh demi memastikan rejeki keluarga tetap mengalir dan dapur tetap ngebul, sekolah anak tetap jalan, cicilan rumah tetap aman, dan masa depan keluarga tidak terhenti di tengah jalan.

Tidak semua orang dapat bekerja dengan lokasi kantor yang berdekatan dengan rumah. Ada yang harus menyeberang pulau. Ada yang harus ke luar negeri. Ada yang bekerja di kapal laut berminggu-minggu dan berbulan-bulan. Ada yang menjadi sopir antar kota antar provinsi, teknisi proyek di pedalaman, pekerja tambang di hutan terpencil, awak kapal pesiar di ujung dunia, pekerja migran, sampai pegawai yang ditugaskan berpindah-pindah daerah. Mereka pergi bukan karena ingin jauh dari keluarga. Mereka rela berjauhan dengan keluarga karena memikirkan tanggung jawab kepada keluarganya. Di sinilah kadang orang luar hanya melihat dari permukaan. Anak bisa sekolah. Rumah bisa direnovasi. Ada motor baru di garasi. Tagihan listrik aman tiap bulan. Tapi sedikit yang benar-benar memahami ‘harga’ yang dibayar untuk semua itu: waktu bersama keluarga yang terbuang sementara waktu tidak bisa diputar ulang.

Seorang ayah yang bekerja di kejauhan pastinya akan melewatkan banyak momen kecil bersama anak. Tak terasa anak pertama sudah bisa berjalan. Anak demam tengah malam tak ada yang menemani kecuali ibunya. Momen ulang tahun istri terlewatkan. Acara sekolah anak tak ada yang menyaksikan. Bahkan kadang saat orang rumah butuh ditemani secara emosional, ia hanya bisa hadir lewat panggilan telepon atau WA yang kadang sinyalnya putus-putus. Dan di sini laki-laki diajarkan untuk lebih banyak diam dan tidak boleh terlihat gampang menyerah. Ia harus kuat, harus tahan banting. Akhirnya banyak lelaki yang harus memendam perasaaanya sendiri. Padahal mungkin malam itu ia hanya bisa menikmati mie instan di kamar kontrakannya yang sempit. Padahal mungkin ia sedang menderita sakit namun memilih diam agar keluarga di rumah tidak ikut khawatir. Padahal dan padahal…Ada hal-hal yang hanya dipahami dan cukup dirasakan dalam hati oleh seorang laki-laki yang bekerja berjauhan dengan keluarga. Di sinilah kadang seorang laki-laki tidak butuh dipuji beraneka macam. Ia hanya ingin dimengerti. Ia hanya ingin manakala pulang, rumah tetap menjadi tempat terbaik yang menerima dirinya dengan hangat. Sebab sejauh manapun ia pergi bekerja, dalam hatinya tetap ingin berkumpul bersama keluarga.

Buat para ayah di luar sana yang sedang merantau jauh demi keluarga, semoga semua lelahmu benar-benar menjadi berkah. Semoga Langkah-langkahmu selalu diberi keselamatan. Semoga anak-anakmu kelak mengerti bahwa ada cinta besar yang tersimpan diam-diam demi masa depan mereka. 

keluarga

 



Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda