Tuesday, May 15, 2018

11 Jam Perjalanan Menaiki KA Ekonomi Serayu Jakarta – Purwokerto

Apa yang Anda bayangkan jika Anda harus naik kereta ekonomi jarak jauh dengan waktu tempuh lumayan lama ?. Badan pegal dan membosankan, mungkin itu yang pertama muncul di benak kita. Jawaban yang tidak salah. Namun demikian, menaiki KA ekonomi di jaman sekarang tidak selalu sama dengan naik KA ekonomi jaman baheula.

Menjajal hal baru selalu menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi seseorang yang tidak ingin melewatkan kesempatan untuk melakukannya. Saya pun begitu. Mumpung fisik, waktu, dan biaya masih memungkinkan, saya kadang ingin mencoba suatu hal baru yang belum pernah dilakukan. Hal ini untuk memperkaya pengalaman kita selama menjalani kehidupan di dunia ini. Juga bisa menjadi bahan cerita kepada anak keturunan ketika usia terus melaju menjadi tua !.

Jika Anda ingin mencoba melakukan perjalanan super lama ini sebaiknya jangan membawa balita atau manula. Kasihan jika lamanya waktu perjalanan membuat mereka menjadi tak nyaman dan harus terkuras fisiknya. Kecuali jika tidak ada pilihan lain demi mengefisienkan segi biaya. Dan dari sisi biaya, pilihan menggunakan KA ekonomi memang dapat menjadi alternatif yang tepat meski harus rela berbagi tempat dengan penumpang lain. Faktor privacy harus dibuang jauh-jauh, seperti halnya di KA Serayu ini. Tempat duduk yang disediakan menggunakan format 3-3 dengan bangku saling berhadapan sehingga tidak mungkin kita mendapatkan tempat duduk yang lega.

Pada saat saya hendak menuju kampung halaman guna menghadiri pernikahan keponakan di akhir bukan April 2018 lalu, saya mengambil alternatif dengan mencoba memesan tiket KA Serayu dengan keberangkatan pukul 21.00 WIB dan sampai di keesokan harinya pada pukul 08.00 WIB. Harga tiketnya terbilang cukup murah, hanya dengan merogoh kocek seharga Rp 74.500,00, saya bisa melakukan perjalanan jauh dari Jakarta menuju Purwokerto dengan moda transportasi kereta api.

Pemesanan tiket dilakukan secara online di salah satu perusahaan OTA (Online Travel Agency) yang sudah cukup ternama di Indonesia. Pembayaran juga dilakukan secara online saat itu juga guna mendapatkan kepastian tempat duduk. Voucher pemesanan tiket ini yang nanti harus dibawa ke stasiun guna ditukar dengan tiket yang asli.

KA ekonomi Serayu yang saya naiki berangkat dari Stasiun Pasar Senen Jakarta dan berakhir di Stasiun Purwokerto dimana selama rute perjalanan akan melewati begitu banyak stasiun di berbagai daerah, mulai dari Purwakarta, Padalarang, Kiaracondong, Cibatu, Warungbandrek, Cipeundeuy, Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, Langen, Cipari, Sidareja, Gandrungmangun, Kawunganten, Maos, dan Kroya, sebelum sampai di tujuan pemberhentian akhir di Purwokerto.

Sebelum masuk ke dalam Stasiun Pasar Senen, saya tidak lupa mengisi perut dulu dengan mencicipi makan malam di warung pinggir jalan di dekat lokasi. Setelah selesai dengan urusan perut, selanjutnya saya menuju mesin pencetak tiket di CIC (Check-In Counter). Dengan memasukkan kode booking, kita bisa mendapatkan tiket asli di mesin tersebut untuk selanjutnya ditunjukkan ke bapak-bapak penjaga tiket di pintu masuk peron.

Apa yang akan Anda lihat di dalam gerbong KA ekonomi Serayu ?. Layout tempat duduk menggunakan format tiga-tiga baik bangku sebelah kanan maupun kiri sehingga jika bangkunya saling berhadapan maka dalam 1 (satu) deret pada 1 (satu) sisi, ada 6 (enam) orang sekaligus yang harus berbagi ruang. Tak dapat dihindari bahwa space yang terbatas membuat ruang gerak ikut terbatas. Untuk meluruskan kaki saja mengalami kesulitan jika di hadapan kita persis ada penumpang lain yang duduk. Namun demikian, perjalanan seperti ini bisa saja menjadi tidak terlalu membosankan apabila kita bepergian secara berombongan, atau Anda pas kebetulan ketemu dengan penumpang lain yang enak diajak bicara (tapi ini pun kalau Anda juga suka ngobrol !). Di bangku terdekat dengan jendela terdapat colokan listrik yang dapat dipakai untuk mencharge handphone atau laptop (tapi lebih baik urungkan niat Anda membuka laptop jika seat di sebelah depan atau samping Anda terisi orang. Lebih baik berhati-hati daripada Anda menjadi sasaran kejahatan orang lain. Intinya jangan terlalu menampakkan diri Anda memiliki banyak perhiasan atau barang-barang berharga di sebuah angkutan perjalanan yang dipenuhi dengan penumpang, meskipun keamanan di kereta pada jaman sekarang tentunya lebih baik dibanding jaman-jalan dulu. (Seharusnya) tidak ada lagi penumpang gelap tanpa tiket yang menyusup ke gerbong kereta, pun dengan pedagang asongan yang saat ini sudah tidak boleh masuk lagi ke dalam. Boro-boro masuk ke rangkaian kereta, berjualan di sepanjang peron saja sudah dilarang. Larangan lain yang cukup ketat adalah tidak boleh merokok di sepanjang perjalanan. Jika ketahuan Anda merokok, Anda akan diturunkan secara paksa di stasiun terdekat !.

Melalui sedikit perjuangan karena susah untuk dapat beristirahat dengan rileks, akhirnya saya dan penumpang lain sampai juga di stasiun tujuan akhir yaitu Purwokerto. Dan tuntas sudah rasa penasaran sekaligus kekhawatiran saya menggunakan KA ekonomi. Asal kita waspada dan mempersiapkan fisik dengan baik, perjalanan jauh dengan transportasi kelas ekonomi dapat menjadi sebuah pengalaman yang mengasyikkan.        

Voucher Tiket KA


Check In Counter

Informasi KA

Stasiun Pasar Senen

Peron Stasiun Pasarsenen

Jalur 3 Stasiun Pasar Senen

Sidareja

Gandrungmangun

AC KA Serayu

Bangku KA Ekonomi Serayu

No comments: