Saturday, May 12, 2018

Antara Aksara dan Bahasa serta Sejarahnya di Indonesia

Mana yang lebih dahulu dipelajari manusia, antara “aksara” atau “bahasa” ?. Tentu saja bahasa karena ia adalah induk dari segala pengetahuan yang diperoleh manusia.

Ketika bayi dilahirkan, hal pertama yang dilakukan dengan orang di sekelilingnya adalah berkomunikasi dalam “bahasa isyarat”. Contohnya “menangis” yang menandakan bahwa bayi itu haus atau merasa tidak nyaman. Beranjak di usia 1 sd 2 tahun, bayi sudah diajari tentang benda-benda di sekelilingnya. Ia mulai menyerap kata-kata yang paling sering diucapkan sebagai “bahasa ibu”. Itulah pengetahuan pertama yang diperoleh manusia dalam usia dini. Memasuki usia sekolah, barulah ia diajarkan mengenai huruf atau aksara.

Apa itu tulisan ?. Tulisan terdiri dari rangkaian huruf atau aksara dan merupakan symbol bunyi yang diucapkan manusia yang membentuk rangkaian kata yang bermakna dan berfungsi sebagai alat komunikasi antar manusia yang sepaham atau memiliki bahasa yang sama. Tulisan sebagai alat komunikasi tidak akan ada gunanya apabila bahasa yang diwujdukan dalam sistem tanda itu tak diketahui oleh pembacanya.

Lebih dari 90% masa yang telah dilalui umat manusia adalah masa sebelum dikenal tulisan atau lazim disebut masa prasejarah. Jangkauan masanya meliputi sekitar 2 (dua) juta tahun yaitu masa mulai ditemukan fosil manusia purba pertama. Manusia baru mengenal tulisan sekitar 5000 tahun yang lalu, yang menandai masa sejarah. Hal ini menjelaskan bahwa tingkat perkembangan kecerdasan manusia dimulai dari bahasa isyarat, bahasa lisan, kemudian baru bahasa tulisan.

Aksara dan Bahasa di Indonesia ; Pallawa, Nagari, dan Tamil

Di India seperti halnya di Indonesia yang terdiri dari berbagai suku bangsa dan bahasa memiliki berbagai aksara, diantaranya yang pernah berkembang di Indonesia adalah aksara Pallawa, Nagari, dan Tamil. Ketiga jenis aksara yang berasal dari India itu pernah berkembang di Indonesia dalam kurun waktu dari abad 5 sampai 15 Masehi.

Aksara Pallawa diambil dari Dinasti Pallawa di India yang konon menciptakan dan menurunkannya menjadi berbagai varian di wilayah Asia Tenggara seperti Campa (Vietnam), Khmer (Kamboja), Thailand, Laos, Burma (Myanmar), dan Indonesia. Khusus di Indonesia, aksara ini sudah berkembang sejak abad ke-5 yang menurunkan aksara Jawa Kuna, Sunda Kuna, dan Bali Kuna. Selanjutnya mulai abad ke-16 muncul aksara “pasca Pallawa” di berbagai daerah di Indonesia, antara lain Lampung, Batak, dan Bugis.

Aksara Nagari (disebut juga aksara siddhamatrika atau siddham) asalnya dari India bagian timur laut dan pertama kali muncul di Indonesia sekitar abad ke-8. Sejak awal kemunculannya hingga abad ke-9, aksara ini disebut Pranagari. Mulai abad ke-10 sd 15, aksara ini berkembang dan disebut sebagai aksara Nagari. Di India aksara ini digunakan secara nasional yang disebut juga sebagai aksara Dewanagari. Aksara Nagari banyak digunakan pada prasasti-prasasti yang bernafaskan Budha.

Aksara Tamil adalah aksara yang keberadaannya di Indonesia termasuk jarang. Di India aksara ini umumnya digunakan oleh orang-orang yang berdiam di wilayah Tamil Nadu (India Selatan), juga di Negara Srilangka. Aksara ini pertama muncul di Indonesia sekitar abad ke-11 khususnya di Sumatera bagian utara karena di sana ada komunitas orang-orang India yang berbahasa Tamil yang umumnya adalah para pedagang. 

Prasasti

No comments: