Sunday, May 13, 2018

Koleksi Prasasti Sejarah di Museum Nasional Indonesia

Di Museum Nasional Indonesia kita dapat melihat sejumlah koleksi prasasti sejarah yang berhasil dikumpulkan dari berbagai penjuru tanah air, diantaranya yang sempat saya dokumentasikan adalah :

1.      Prasasti Munggu Antan
Berbahasa dan aksara Jawa Kuna yang berisi tentang peresmian desa Munggu Antan menjadi perdikan bagi sebuah biara.
2.      Prasasti Klurak
Berbahasa Sansekerta dengan aksara Pra Nagari yang berisi tentang pendirian sebuah bangunan suci untuk Majusri atas perintah Raja Indra.
Prasasti Klurak
3.      Prasasti Kalasan
Berbahasa Sansekerta dengan aksara Pra Nagari yang berisi tentang Maharaja Dyah Pancapana Kariyana Panangkarang yang mendirikan bangunan suci untuk dewi Tara. Desa Kalasan dijadikan perdikan untuk keperluan pemeliharaannya.
Prasasti Kalasan
4.      Prasasti Mulawarman
Beraksara Pallawa dan bahasa Sansekerta yang berisi tentang kebaikan Sang Mulawarman yang memberikan sedekah banyak sekali dengan disaksikan para brahmana.
Prasasti Mulawarman
5.      Prasasti Siwagrha
Berbahasa dan aksara Jawa Kuna yang berisi tentang peresmian bangunan suci untuk dewa Siwa yaitu Siwagrha dan Saiwalaya. Juga berisi uraian terperinci mengenai sebuah kompleks bangunan suci agama Siwa yang menurut para ahli adalah komplek Candi Prambanan.
6.      Prasasti Wayuku
Berbahasa dan aksara Jawa Kuna yang berisi tentang peresmian sawah di Wayuku menjadi sima untuk kepentingan biara Abhayanandra.
7.      Prasasti Dieng
Berbahasa Jawa Kuna dan aksara Jawa Kuna Tengahan. Berisi semacam inventaris barang-barang milik dewa antara lain budak, kerbau, guci, cermin, wadah air, dandang, dan sebagainya.
8.      Prasasti Sanghyang Tapak
Berbahasa dan aksara Jawa Kuna yang berisi tentang seorang raja dan Prahajyan Sunda bernama Sri Jayabhupati yang menetapkan daerah larangan di bagian timur Sanghyang Tapak yaitu bagian sungai (lubuk) yang ikannya tidak boleh ditangkap.
Prasasti Sang Hyang Tapak
9.      Prasasti Sapu Angin
Berbahasa Jawa Kuna dan aksara Kadiri kuadrat yang menyebutkan tentang pendirian sebuah pertapaan sebagai hadiah dari raja Kertajaya.
Prasasti Sapu Angin
10.  Prasasti Lintakan
Beraksara dan bahasa Jawa Kuna yang isinya menyebutkan bahwa Sri Maharaja Rakai Layang Dyah Tlodong meresmikan hutan di Lintakan dan Tunah menjadi daerah perdikan.
Prasasti Lintakan
11.  Prasasti Mula Malurung
Beraksara dan bahasa Jawa Kuna yang menyebutkan Sang Nararya Smining Rat, nama lain raja Wisnuwardhana, memberikan anugrah kepada Sang Pranaraja berupa status perdikan desa Mula dan Malurung karena ia telah menunjukkan kesetiaan yang tidak terhingga kepada raja.
Prasasti Mula Malurung

No comments: