Sunday, May 6, 2018

Mengenal Museum Nasional Indonesia

Pada saat mengikuti acara CFD (Car Free Day) Jakarta waktu lalu, saya menyempatkan diri mengunjungi museum yang berlokasi di Jl. Medan Merdeka Barat No.12 Jakarta Pusat. Dengan hanya membeli tiket masuk sebesar Rp 5000,00 (dewasa) dan Rp 2000,00 (anak-anak), saya berkesempatan mengeksplore seluruh sudut bagian museum. 

Namun demikian, dari 2 (dua) bagian gedung yaitu Gedung A dan Gedung B, pengunjung saat ini hanya bisa memasuki Gedung B karena Gedung A-nya sedang dalam masa renovasi (dari pengumuman, penutupan Gedung A tersebut dilakukan sampai dengan 31 Juli 2018).

Setelah membayar karcis masuk dan menitipkan tas (juga tidak boleh membawa makanan dan minuman dari luar), saya memperoleh brosur kecil yang berisi seputar informasi tentang Museum Nasional. Histori atau sejarah berdirinya museum ini akan saya tuangkan dalam postingan kali ini.

Awal mula pendirian Museum Nasional dimulai dengan dibentuknya Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen (BG) oleh pemerintah Belanda pada tanggal 24 April 1778. Tujuan didirikannya organisasi ini adalah untuk memajukan penelitian di bidang ilmu pengetahuan dan seni. Awalnya, bangunan museum berada di Jl. Majapahit dan sejalan dengan koleksinya yang makin bertambah, pada tahun 1862 pemerintah Hindia Belanda memutuskan untuk membangun gedung museum yang baru yang berlokasi di Jl. Medan Merdeka Barat No.12 yang masih bertahan sampai sekarang. Gedung museum ini dibuka untuk umum pada tahun 1868.

Selain disebut sebagai Museum Nasional, museum ini juga dikenal dengan sebutan Museum Gajah karena terdapat patung gajah di pelataran depan museum. Patung ini adalah hadiah dari Raja Chulalongkorn (Rama V), Thailand, yang pernah mengunjungi museum ini pada tahun 1871.

Hingga saat ini, jumlah koleksi yang tersimpan di Museum Nasional lebih dari 150.000 buah yang terbagi dalam 2 (dua) bagian bangunan yaitu Gedung A dan Gedung B. Gedung A yang saat ini sedang direnovasi berisi koleksi sejarah, koleksi tekstil, koleksi keramik, koleksi etnografi, koleksi prasejarah, dan koleksi arkeologi. Sedangkan Gedung B berisi sejumlah koleksi benda-benda bersejarah yang tersimpan di 4 (empat) lantai yang berbeda.

Jika Anda tertarik mengunjungi museum ini jangan datang di hari Senin atau hari libur nasional karena ditutup untuk umum. Anda bisa datang pada hari Selasa sd Jum’at (jam 08.00 sd 16.00 WIB) atau Sabtu sd Minggu (jam 08.00 sd 17.00 WIB).


Museum Nasional

Museum Gajah



Karcis Museum Nasional

Museum Nasional

Museum Nasional

Museum Nasional

No comments: