Saturday, January 12, 2019

4 (Empat) Ruangan Utama Museum Perumusan Naskah Proklamasi

Gedung tempat perumusan naskah proklamasi yang menempati kediaman Laksamana Muda Tadashi Maeda, Kepala Penghubung Angkatan Laut dan Angkatan Darat Tentara Kekaisaran Jepang, memiliki 4 (empat) ruangan utama yang menjadi saksi penting detik-detik penyusunan naskah proklamasi kemerdekaan RI tahun 1945.

Keempat ruangan utama tersebut adalah sebagai berikut  :

Ruang I : Ruang Pertemuan
 Museum Perumusan Naskah Proklamasi
Ruangan ini merupakan tempat peristiwa bersejarah pertama dalam persiapan perumusan naskah proklamasi dimana pada tanggal 16 Agustus 1945, Bung Karno, Bung Hatta, dan Ahmad Subardjo diterima oleh Laksamana Muda Tadashi Maeda di kediamannya (lokasi museum sekarang) pada pukul 22.00 sepulang Soekarno dan Hatta dari Rengasdengklok. Ketiganya menjelaskan kepada Tadashi Maeda tentang akan diadakannya pertemuan dalam rangka persiapan menjelang Indonesia Merdeka.

Maeda kemudian memberitahukan pesan Gunseikan (Pemerintah Militer Jepang) kepada rombongan yang pulang dari Rengasdengklok agar menemuinya. Kemudian mereka dengan ditemani Maeda dan Miyoshi Sunkichiro (Juru Bicara Angkatan Darat Jepang) berangkat ke ”Gunseikan” dan bertemu dengan Mayor Jenderal Nishimura Otoshi. Mayor Jenderal Nishimura menjelaskan bahwa pihak Jepang tidak dapat membantu karena telah ada kesepakatan dengan pihak sekutu untuk mempertahankan status quo di Indonesia. Ia juga melarang adanya rapat yang akan dilangsungkan di rumah Maeda.

Bung Karno, Bung Hatta, dan Ahmad Subardjo tiba kembali di rumah Maeda sekitar pukul 02.30 WIB lalu mereka menjelaskan kepada Maeda bahwa mereka akan memproklamasikan kemerdekaan Indonesia segera. Mendengar itu, Maeda tidak ingin campur tangan lagi dan kemudian mengundurkan diri ke kamarnya di lantai atas.

Ruang II : Ruang Perumusan
Museum Perumusan Naskah Proklamasi
Menjelang tanggal 17 Agustus 1945 dini hari sekitar pukul 03.00 WIB, Bung Karno, Bung Hatta, dan Ahmad Subardjo memasuki ruang makan. Mereka duduk mengitari meja makan panjang. Lalu Bung Karno mulai mempersiapkan draft naskah proklamasi sedangkan Bung Hatta dan Ahmad Subardjo menyumbangkan pikirannya secara lisan.

Setelah teks diberi judul ”Proklamasi”, dialog pertama yang dihasilkan dari kesepakatan 3 (tiga) tokoh nasional itu adalah kalimat ”Kami Bangsa Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan Indonesia”. Kemudian kalimat kedua ditambah oleh Bung Hatta berupa pernyataan terkait pengalihan kekuasaan. Akhirnya selesailah konsep naskah proklamasi dengan beberapa coretan sebagai tanda pertukaran pendapat dalam proses perumusan.

Ruang III : Ruang Pengetikan
 Museum Perumusan Naskah Proklamasi
Setelah konsep naskah proklamasi mendapat persetujuan dari hadirin, Bung Karno meminta Sayuti Melik untuk mengetik naskah proklamasi di ruang bawah dekat dapur yang ditemani oleh BM Diah.

Pada saat pengetikan, Sayuti Melik melakukan perubahan 3 (tiga) kata yaitu kata ”tempoh” menjadi ”tempo”, kata ”wakil-wakil bangsa Indonesia” menjadi ”Atas nama bangsa Indonesia”, dan penulisan hari, bulan, dan tahun dari ”17-08-05” menjadi ”hari 17 boelan 8 tahoen 05”.

Ruang IV : Ruang Pengesahan
Museum Perumusan Naskah Proklamasi
Konsep naskah proklamasi yang telah dirumuskan oleh Bung Karno, Bung Hatta, dan Ahmad Subardjo dibawa ke serambi muka untuk dibacakan di depan hadirin yang telah menunggu. Bung Karno kemudian membacakan rumusan pernyataan kemerdekaan yang telah dibuat itu secara perlahan-lahan dan berulang-ulang. Sesudah itu beliau bertanya kepada para hadirin apakah setuju atau tidak dengan rumusan itu. Seluruh hadirin menyatakan setuju atas rumusan dimaksud.

No comments: