Menulis Blog bagi Pekerja Kantoran

Hari gini belum punya blog ?. Mungkin kata-kata ini paling tepat ditujukan bagi kaum millennial di abad modern ini, meskipun tidak memiliki blog juga bukanlah sebuah kesalahan. 

Mengapa saya masih dapat meluangkan waktu menulis blog baik yang temanya terkait pekerjaan resmi di bidang saya bekerja saat ini (sebagai underwriter) maupun blog pribadi ini yang lebih terkait dengan kegiatan non kantor ?. Bukankah menulis blog cukup menyita waktu ?. Apakah dijamin tugas kantor tidak terganggu ?. 

Saya ingin menyatakan bahwa meskipun pekerjaan di kantor sering berada dalam kondisi “underpressure” yang dapat diibaratkan seperti ketel uap atau boiler dimana airnya selalu panas dan mendidih namun tidak menjadi penyebab saya untuk berhenti nge-blog. 

Buat pekerja kantoran, jika ingin nge-blog maka jangan lakukan di tengah-tengah situasi pekerjaan kantor yang padat karena bukan strategi yang bijak. Pakailah waktu di luar jam kerja misal ketika Anda sudah tiba di rumah. Optimalkan juga di hari-hari libur misalkan Sabtu dan Minggu. Alih-alih menuangkan gagasan Anda, menggunakan waktu kerja untuk nge-blog sama saja dengan melakukan korupsi waktu. Jika ada waktu kerja yang kosong lebih baik gunakan untuk melakukan kreativitas yang terkait dengan pekerjaan, misal membuat riset tentang produktivitas kerja, membuat teroboson sistem, dan lain-lain. Banyak sekali ide-ide yang bisa Anda tuangkan terkait dengan pekerjaan Anda daripada mencuri-curi waktu untuk kepentingan pribadi.  

Bagaimana jika di rumah juga banyak pekerjaan yang cukup menyita waktu ?. Itulah masalahnya. So carilah waktu yang betul-betul tepat. Andalah yang lebih tahu kapan waktu yang paling tepat untuk menulis blog dengan leluasa. Sebaiknya jangan menyerah begitu saja. Kemajuan teknologi internet membuat kecenderungan orang untuk membuat blog atau bergabung dengan social networking alias jejaring sosial makin tinggi. Lihat saja, Facebook makin digemari orang, tidak peduli apakah ia seorang petinggi, bos-bos perusahaan, artis, atau pekerja kelas atas.

Ada tujuan lagi juga yang saya inginkan dalam menulis blog. Saya meinginkan anak keturunan dapat mengetahui sejarah kehidupan dan pengalaman yang pernah dilalui oleh orang tuanya. Dari sini diharapkan nilai-nilai positif dapat diambil sebagai pelajaran yang dapat dipetik seperti bagaimana harus survive di tengah-tengah persaingan dan gemerlapnya kehidupan dunia, bagaimana cara menanamkan rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT, bagaimana cara menghormati sesama, bagaimana sikap yang seharusnya kepada yang lebih tua dan orang yang lebih muda, bagaimana cara berlaku adil, bagaimana cara untuk tidak mudah memvonis seseorang sebelum mengetahui kesalahannya, dan tentu saja bagaimana serunya pengalaman mengunjungi tempat-tempat baru yang belum pernah dikunjungi orang-orang terdekatnya dapat dibagikan ceritanya. Ayo nge-blog !.
blog