Siapa itu Wong Ah Fook ? - Traveling, Sejarah, Budaya, Tokoh, Peristiwa, Ekonomi, Bisnis

Monday, January 20, 2020

Siapa itu Wong Ah Fook ?

Menyebut Johor Bahru tak akan lepas dari sebuah nama jalan protokol yang selalu sibuk dengan lalu-lintas kendaraan yang melewatinya, apalagi kalau bukan Jalan Wong Ah Fook.

Lalu siapa sebenarnya Wong Ah Fook itu sehingga begitu pentingnya untuk diabdaikan sebagai sebuah nama jalan besar di Johor Bahru, Johor, Malaysia ?.

Agak sulit untuk mencari referensi di internet mengenai sosok yang satu ini. Namun ada sebuah website yang agak detail menerangkan sosok Wong Ah Fook. Kita dapat membacanya di situs wn.com yang dimiliki oleh The WorldNews Network, sebuah jaringan media online yang banyak memberitakan peristiwa di seluruh dunia melalui jaringan global mereka.

Wong Ah Fook adalah seorang imigran Cina yang lahir tahun 1837 di Yanjingcun, Cina, dan meninggal pada tahun 1918 di Singapura. Ia merupakan seorang pengusaha dan filantropis yang memiliki usaha utama berupa kontraktor bangunan gedung. Salah satu karya monumentalnya adalah sebuah bangunan bersejarah di Johor yang bernama Istana Besar yaitu istana kerajaan Sultan Johor.

Pada tahun 1854 ia bermigrasi ke Singapura dan memulai aktivitasnya sebagai tukang kayu. Kehidupannya mulai membaik manakala ekonomi Singapura mulai menggeliat sebagai akibat permintaan yang tinggi atas kebutuhan rumah tinggal, toko, dan gudang. Ia kemudian mendirikan perusahaan kontraktor bangunan dan mendirikan beberapa proyek bangunan di Singapura. Seiring dengan network atau jaringan bisnisnya yang makin luas, ia kemudian dikenalkan kepada Maharaja Abu Bakar yang merupakan Sultan Johor waktu itu. Gedung Istana Besar adalah hasil karya pesanan atau orderan dari Sultan Johor. Pertemuannya dengan Sultan Abu Bakar membawa pengaruh besar pada keberlangsungan bisnis Wong Ah Fook. Ia kemudian dipercaya oleh pemerintah Johor untuk mengembangkan pertanian terutama gambir dan lada.

Pada tahun 1892, Wong diberikan lisensi lahan seluas 10 lot oleh Sultan Abu Bakar yang berada di Sungai Segget. Kampung yang ditinggalinya diberi nama Kampung Wong Ah Fook dan jalan utama perkampungan diberi nama Jalan Wong Ah Fook. Daerah ini di kemudian hari menjadi distrik tersibuk di Johor Bahru dan nama Jalan Wong Ah Fook masih bertahan dan dapat disaksikan sampai sekarang.

Pada tanggal 2 September 1918, Wong Ah Fook meninggal dunia pada usia 81 tahun dan dikuburkan jasadnya di Singapura.

Wong Ah Fook

Wong Ah Fook

Wong Ah Fook

Wong Ah Fook

Wong Ah Fook

Wong Ah Fook

Wong Ah Fook

Wong Ah Fook

Wong Ah Fook

Wong Ah Fook

Wong Ah Fook

Wong Ah Fook

Wong Ah Fook

Wong Ah Fook

Wong Ah Fook

Wong Ah Fook

Wong Ah Fook

Wong Ah Fook

Wong Ah Fook

Wong Ah Fook

Wong Ah Fook

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda