Pondok Kopi, Jakarta Timur ; Perkebunan Kopi Pertama di Nusantara ? - Traveling, Sejarah, Budaya, Tokoh, Peristiwa, Ekonomi, Bisnis

Saturday, May 30, 2020

Pondok Kopi, Jakarta Timur ; Perkebunan Kopi Pertama di Nusantara ?

William H. Ukers dalam All About Coffee sempat menyebutkan suatu nama perkebunan bernama “Kedawoeng estate near Batavia” ketika menceritakan bagaimana kopi dari Pelabuhan Mocha (Mukha atau Mokha), Yaman, menyebar ke berbagai penjuru dunia termasuk Nusantara.

Namun Tuan Ukers tidak menceritakan secara detail perihal Kedawoeng Estate (Perkebunan Kedawung) itu selain hanya menyebutkan “dekat dengan Batavia.” Hal ini menjadi spekulasi bagi sejarawan tentang di mana sebenarnya lokasi persis yang dikatakan oleh Tuan Ukers itu.

Ada yang mengatakan nama Kedawoeng erat kaitannya dengan Kedaung, sebuah kelurahan yang berada di Kecamatan Pamulang, Tangerang Selatan, Provinsi Banten. Sebelum berubah menjadi Kedaung di tahun 1978, dulunya daerah tersebut bernama Kedawoeng atau Kedawung. Sebelum terjadi pemekaran wilayah, desa Kedawoeng atau Kedawung ini masuk dalam Kecamatan Ciputat. Dengan munculnya berita bahwa upaya penanaman pertama pohon kopi di Kedawoeng Estate itu mengalami kegagalan akibat gempa bumi dan banjir, maka pendapat sejarawan yang mengatakan bahwa perkebunan itu berada di daerah Tangerang memiliki alasan yang kuat karena di Tangerang terdapat aliran Sungai Cisadane. Bisa jadi peristiwa banjir yang meluluhlantakkan perkebunan kopi itu berasal dari luapan air sungai tersebut. 

Di sisi lain, ada orang yang berpendapat bahwa asal mula perkebunan kopi di Batavia sebagaimana yang dimaksud Tuan Ukers adalah di wilayah yang sekarang bernama Pondok Kopi, Jakarta Timur. Bahkan situs ensiklopedia online terbesar di dunia, Wikipedia, menyatakan bahwa Pondok Kopi merupakan tempat di mana asal mula perkebunan kopi dirintis di nusantara. Rujukan tahun kedatangan kopi di tanah Jawa itu kebetulan sama dengan yang ditulis oleh Tuan Ukers dalam All About Coffe dimana pada tahun 1696, Jenderal Adrian van Ommen yang bertugas di Malabar, India, membawa bibit kopi menuju Pulau Jawa namun mengalami kegagalan akibat banjir.

Namun sepertinya wilayah penanaman pada periode pertama di Kedawoeng Estate dengan penanaman periode kedua terdapat perbedaan lokasi. Hal ini dapat dilihat dalam Wikipedia yang melanjutkan ceritanya bahwa usaha kedua dalam penanaman kopi (tahun 1699) dinyatakan berhasil dimana lokasi kedua itu berada di daerah Pondok Kopi, Batavia. Dengan demikian terdapat 2 (dua) fase awal percobaan penanaman kopi di jaman Hindia Belanda : pertama di tahun 1696 bertempat di Kedawoeng Estate, Tangerang, dan kedua di tahun 1699 bertempat di Pondok Kopi, Batavia. Setelah fase kedua sukses, wilayah penanaman kopi kemudian berlanjut ke sejumlah wilayah lain seperti Priangan, Jawa Barat (melalui sistem Preangerstelsel), Jawa bagian timur, Sumatera, Bali, Sulawesi, dan Kepulauan Timor.

Sebelum Indonesia merdeka konon nama wilayah tersebut bukan Pondok Kopi namun Desa Kopi yang merupakan bagian dari Desa Malaka, Jakarta Timur. Karena ada 2 (dua) penyebutan desa : Desa Kopi dan Desa Malaka maka nama Desa Kopi kemudian diubah menjadi Pondok Kopi. 

Sayangnya sampai detik ini (sepertinya) tidak ada sisa-sisa tumbuhan atau pohon kopi yang bisa menunjukkan pada kita bahwa Pondok Kopi itu dulunya memang benar-benar merupakan perkebunan kopi. Pondok Kopi yang menjadi wilayah kelurahan di Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur tersebut kini sudah dipenuhi dengan perumahan penduduk. Entahlah, apakah saat ini masih ada sebatang atau dua batang pohon kopi yang masih tumbuh di sana atau tidak. Yang jelas, wilayah ini mencatatkan diri sebagai salah satu tempat yang memiliki histori tinggi terkait asal muasal penanaman kopi di Nusantara. Maka jika Anda menyebut Kopi Jawa atau Java Coffe, jangan lupa menyebut Pondok Kopi, Duren Sawit, Jakarta Timur !.

kopi

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda